Entah harus bersyukur , atau malah menyesal...
gue kan cowok yah terus udah 19 tahun juga harusnya bisa lah kayak cowo-cowok lain yg sudah mapan di umur segitu , bisalah jago main bola , bisalah nyetir mobil , atau hal-hal yg terjadi pada umumnya lah
ini awalnya , ini bukan mau nyalahin siapapun kok , cuma ngasih tau yg sebenernya terjadi , gue itu anak bontot dan laki satu-satunya dari enam bersaudara dan lima anak yg lainnya dimana itu adalah kakak kandung gue semuanya cewe.
Dari kecil gue di turutin untuk beli apa aja , correct
kakak-kakak gue nontonnya program tv masak-memasak ,
telenovela dan yg berbau wanita lainnya , correct
ketika main sama temen temen rumah, main basket dll
nyokap selalu was was dan menyuruh gue untuk pulang cepat correct
tapi baru dua itu sih dan ga berpengaruh juga ,keberlangsungan hidup gue itu terbukti ketika umur 5(lima) tahun gue udah masuk sd,bermain dengan teman lelaki lainnya, tapi ketika gue udah mulai seperti anak kebanyakan ,tiba tiba bokap memutuskan untuk pindah rumah dengan alasan tempatnya strategis dengan tempat dimana ia bekerja disalah satu kepemerintahan ,adalah salah satu perumahan dimana sekarang tempat gue tinggal di tangerang, dan otomatis pindah sekolah(SD).
beradaptasi lagi dengan teman teman baru dimana ketika baru pertama kali masuk kelas , dan duduk dikursi paling depan , tiba-tiba ada tugas matematika dan gue gatau harus berbuat apa di kelas 3(tiga) sd saat itu , segerombol wanita kecil menghampiri gue dan dengan sukarela mengajari gue soal tugas yg tadi dikasih oleh guru.
entah justru bukannya senang atas kedatangan gue sebagai anak baru dikelasnya , murid murid cowo lainnya memandang gue berbeda ketika tiba tiba siswi-siswi berbaik hati mengajak kekantin ngobrol dll.
sampai semua seleksi alam gue hanya dekat dengan satu cewe yg postur tubuh nya sehat gempal , namanya lili , dia bertahan bisa dekat sama gue karena rumahnya tidak jauh beberapa blok dr rumah gue tinggal, kita melakukan hal apapun bersama , layaknya film korea dimana ketika itu menceritakan masa kecilnya dengan teman lawan jenisnya .
membahas soal perlakuan siswa siswa cowo lainnya ke gue apapun yg gue lakukan ketika dia ada didepan gue, pasti ga suka , itu terbukti dengan kata kata kasarnya , dan menyodorkan badannya sambil mengucapkn "berani lo sama gue",atau selalu melontarkan "eh lo ga pantes jadi kelas tiga umurk lo kan harusnya kelas dua, turun sana kekelas dua" dari situ mucul lagi beberapa murid lelaki lainnya yg meminta setoran 1000 rupiah setiap minggunya, hal itu selalu dia lakukan dengan cara paksa
nyokap pun tau setelah gue bercerita kejadian apa saja yg terjadi di sekolah selama ini, datanglah orang tua ke sekolah , setelah semua masalah beres ,mulai dari situlah aku dianggap sebagai anak pengadu
kelas demi kelas meningkat dengan antar jemput dari sekolah kerumah dan sebaliknya setiap harinya membuat gue selalu tepat waktu pulang sekolah, di diri gue hanya terfokuskan secara tidak sadar oleh tontonan ,nyanyian ,pertunjukan" yg ada di tv , belajar.
namun di setiap kelas , khususnya pelajaran kesenian dan bahasa indonesia , seakan ibu guru melihat ada sesuatu yg bisa ditampilkan dari diri gue
, waktu itu bu sonya membuat tugas puisi dan dikumpulkan minggu depan kemudian maju kedepan mempresentasikan kedepan kelas.
dengan judul "sahabat pena" , gue percaya diri maju kedepan kelas , gue mengeluarkan mimik muka,bahasa tubuh sesuai dengan isi pesan yg terkandung entah belajar darimana ,mungkin ini hasil gue memperhatikan pertunjukan" di tv itu ,gue bisa mengeluarkan emosi gue, sampai ibu sonya tepuktangan dan menyuruh anak lainnya untuk memberikan tepuk tangan,selanjutnya puisi dari anak" lain , bukannya mereka sendiri yg bacain puisinya didepan kelas malah gue harus membaca puisi siswa-siswi satu kelas dengan gaya gue, sontak mungkin anak" lain khusunya yg cowo sirik. dan itu dimulai terus menerus , menjadi petugas pembaca doa saat upacara, membaca penjelasan" dari buku ketika disuruh guru , sampai akhirnya di masa perpisahan sekolah dibandung, gue jadi pengisi acara , dimana gue membaca puisi dan murid" lainnya mengiringi gue dengan paduan suara.
oia lupa ketika ada ujian tes akhir kesenian , murid diwajibkan menyanyi lagu daerah dan memainkan musik nya dengan alat musik(pianika,suling,guitar) , ketika gue maju dan nyanyi , dia menemukan hal yang baru lagi dari gue ,sebenernya gue gatau kalo sebenernya itu bagus tapi selama yg bilang itu guru "kesenian" ya gue jadi percaya bahwa gue bisa
sampai gue hanya fokus sama sesuatu hal yg sifatnya seni , membaca puisi,menyanyi dan satu lagi fashion show , ini awalnya ada department store sebut saja ramayana #eh , dia membuat perlombaan peragaan busana dan kakak kakak gue , nyuruh gue untuk ikut , dan iseng" ternyata menang juga , ya begitulah.
tapi dari situ gue melupakan hal lain , dimana tumbuh kembang seorang lelaki sesungguhnya , gue jarang main bola kaki , basket ,dll kecuali ada praktek jasmani , sudah tahun demi tahun datang
smp gue dimulai dengan indah , gue memiliki tiga serangkai , dimana mereka beda ras,kulit ,dan negara. gue sendiri asli jawa bokap pekalongan , nyokap solo , hendrik namanya dia asli chinesse, zembani amir , dia asli arab . jadilah kita berteman selama smp . hendrik yg terkenal lucu sampai senior-senior datang kekelas hanya untuk bertemu dia, sedangkan gue sendiri mulai dihampiri banyak senior setelah guru di smp tau suara gue memiliki sesuatu dan disuruh nyanyi di pentas seni , ulang tahun sekolah , dan 17 agustusan, sedangkan zembani juga dihampiri senior senior karena keluguannya. tapi ,tapi makin naik kelas tiga kita terpecah ketika naik kelas dan setiap kelas dipisah dengan sistem acak.
dari situ gue mulai lagi berteman hanya dengan para wanita , apalagi ditambah ketika gue ikut ekstrakulikuler paskibra yang anggotanya rata rata cewe. darisitulah pergaulanku dengan cowo cowo berkurang,
tapi ada kejadian yg menarik lagi jadi entah kenapa aku didatangkan hal yg menakutkan???????
tapi ceritanya next aja guys , udah mulai ngantukkk:)